Kursus ini dirancang untuk membekali para profesional kesehatan, pengelola data, pemimpin teknologi, dan pemangku kepentingan di sektor kesehatan dengan pemahaman komprehensif mengenai pelindungan data rekam medis elektronik (RME) dan keamanan infrastruktur digital layanan kesehatan. Peserta akan mempelajari prinsip-prinsip tata kelola data kesehatan, standar keamanan informasi, praktik kepatuhan terhadap regulasi nasional, serta strategi pengelolaan risiko di lingkungan digital kesehatan yang semakin terintegrasi.
Melalui kombinasi materi teoretis, studi kasus, dan simulasi praktis, kursus ini mengupas berbagai tantangan dalam pengelolaan RME, termasuk pengendalian akses, integritas data, interoperabilitas, keamanan cloud, serta ancaman siber terhadap fasilitas kesehatan. Setelah mengikuti kursus ini, peserta diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi risiko utama terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis elektronik.
- Menerapkan prinsip pelindungan data pribadi sesuai regulasi Indonesia, termasuk Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dan regulasi kesehatan terkait.
- Merancang kebijakan dan prosedur keamanan data kesehatan yang efektif.
- Mengimplementasikan kontrol teknis dan organisatoris untuk mengamankan infrastruktur digital layanan kesehatan, baik on-premise maupun cloud.
- Menilai kesiapan keamanan siber fasilitas kesehatan dan mengembangkan rencana peningkatan berkelanjutan.
Kursus ini menjadi fondasi penting bagi organisasi kesehatan yang ingin meningkatkan tata kelola data, mencegah insiden kebocoran informasi, serta membangun kepercayaan pasien dalam ekosistem layanan kesehatan digital.
-
Kuis: Pelindungan Data Rekam Medis Elektronik dan Infrastruktur Digital Layanan Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 05.00 - 17.00 WIB
-
Digitalisasi Kesehatan dari Awal Kehidupan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Komitmen Transformasi Sistem Kesehatan Nasional: Pilar dan Strategi Berbasis RIBK3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
SATUSEHAT: Menjawab Tantangan Layanan Kesehatan dari Berbagai Perspektif3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
SATUSEHAT: Ekosistem Teknologi Kesehatan Terintegrasi untuk Pelayanan yang Berkualitas3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
SATUSEHAT: Platform Penghubung Ekosistem Data Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
CIO Healthcare Indonesia3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Studi Kasus Nyata: Dampak Nyata Ancaman Siber dalam Sektor Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Memahami Lanskap Dunia Maya: Surface Web, Deep Web, dan Dark Web3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Kerentanan dan Risiko Ancaman Siber di Sektor Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Regulasi Perlindungan Data Rekam Medis3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Prinsip Perlindungan Data Pribadi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Jenis Data Pribadi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Data Rekam Medis Elektronik3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Konsekuensi Hukum Pelanggaran Perlindungan Data Pribadi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
ISO/IEC 27001 – Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Prinsip Keamanan Informasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Keuntungan Implementasi ISO/IEC 270013 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Aset Organisasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Mengapa Perlu Identifikasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Contoh Aset Organisasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Analisa Resiko3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Plan, Do, Check, Act (PDCA)3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Controls dalam ISO/IEC 270013 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
ISO 27799:20163 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Contoh Kontrol Spesifik ISO 27799:20163 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Implementasi Menuju ISO 27799:20163 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
HIPAA3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Cakupan HIPAA3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Health Information Technology for Economic and Clinical Health Act (HITECH)3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Tata Kelola Organisasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Tata Kelola Keamanan Informasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Bagaimana Membangun Tata Kelola Keamanan Informasi pada Fasilitas Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Tata Kelola Keamanan Informasi yang Baik3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Tujuan Utama Tata Kelola Keamanan Informasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Amanat UU PDP3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Data Protection Officer3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Kebijakan Pelindungan Data Pribadi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Kertas Kerja Assessment Risiko Dan Kepatuhan Regulasi3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
-
Ujian Akhir: Transformasi Digital dan Risiko Keamanan Siber di Sektor Kesehatan3 - 10 Maret 2026, 09.00 - 17.00 WIB
Alex Budiyanto adalah seorang profesional teknologi yang memiliki fokus pada Cloud Computing, Keamanan Siber, dan Artificial Intelligence (AI). Sebagai Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) sejak 2017, Alex berperan penting dalam memfasilitasi adopsi teknologi cloud di berbagai sektor seperti pemerintahan, industri, dan pendidikan. Ia meyakini bahwa teknologi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi secara berkelanjutan.
Sejak masih kuliah, Alex aktif berpartisipasi dalam berbagai komunitas teknologi, seperti Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI), Microsoft User Group Indonesia (MUGI), dan IlmuKomputer.Com. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Informatika, Alex memulai karir profesionalnya sebagai Education & Community Manager di Sun Microsystems Indonesia. Di posisi ini, ia berhasil mengembangkan komunitas Sun Microsystems di Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Pasifik, menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem teknologi yang kuat dan inklusif.
Pada tahun 2012, Alex mendirikan Komunitas Cloud Computing Indonesia, yang kemudian berevolusi menjadi Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) pada 2017. Ia juga meluncurkan Cloud Computing Indonesia pada 2018 sebagai platform media dan komunitas yang mencakup cloud computing, keamanan siber, dan AI. Pada 2021, Alex mendirikan Indonesia Cyber Security Hub (CyberHub), yang secara resmi diluncurkan oleh Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pada kesempatan itu, Kepala BSSN menyampaikan, "pada hakikatnya, CyberHub merupakan wadah bagi kita untuk kolaborasi bersama dalam rangka mensinergikan seluruh pemangku kepentingan".
Kiprah Alex berlanjut pada 2023 ketika ia mendirikan Indonesia Artificial Intelligence Hub, dengan tujuan memajukan penelitian, inovasi, dan penerapan AI di Indonesia. Semangat kolaborasi dan berbagi ilmu yang ia temukan di komunitas-komunitas ini menginspirasinya untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.
