PANDI Bentuk AI SIRT untuk Tangani Penyalahgunaan AI
- Rita Puspita Sari
- •
- 8 jam yang lalu
Cyber Protection
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) membentuk tim khusus bernama AI SIRT (AI Security Incident Response Team) untuk menangani berbagai kasus penyalahgunaan atau abuse teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Pembentukan AI SIRT menjadi bagian dari langkah PANDI memperluas perannya di ekosistem digital nasional. Selama ini, PANDI lebih dikenal sebagai lembaga yang mengelola nama domain internet Indonesia dengan ekstensi “.id”. Kini, PANDI mulai mengembangkan layanan yang berkaitan dengan keamanan, respons insiden, serta pemanfaatan data digital.
Ketua PANDI, Isnawan Aslam, mengatakan AI SIRT nantinya dapat menjadi pusat informasi sekaligus konsultasi bagi masyarakat yang menghadapi persoalan akibat penggunaan teknologi AI.
“Melalui AI SIRT, kami ingin memberikan ruang respons yang cepat, tepat, dan solutif bagi masyarakat ketika menghadapi berbagai potensi bahaya dan abuse teknologi AI,” ujar Isnawan dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Jumat (2/10/2026).
Jadi Tempat Mengadu Korban Penyalahgunaan AI
Kehadiran AI SIRT diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih jelas bagi masyarakat ketika menghadapi insiden yang berkaitan dengan teknologi AI.
Perkembangan AI memang tidak hanya membawa manfaat. Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai bentuk penyalahgunaan, mulai dari pembuatan konten palsu, penipuan berbasis AI, manipulasi identitas, penyebaran informasi menyesatkan, hingga berbagai bentuk serangan digital yang memanfaatkan kemampuan AI.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat sering kali tidak mengetahui harus melapor kepada siapa atau langkah apa yang perlu dilakukan. AI SIRT diproyeksikan untuk mengisi kebutuhan tersebut dengan menyediakan informasi dan konsultasi terkait insiden AI.
PANDI menyebut AI SIRT nantinya akan menyediakan data aduan, panduan penanganan masalah, serta jalur pelaporan insiden AI yang lebih terstruktur.
Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang menjadi korban atau menemukan indikasi penyalahgunaan AI dapat memperoleh informasi mengenai langkah yang dapat dilakukan. Layanan ini juga diharapkan membantu mengarahkan laporan kepada pihak yang sesuai apabila sebuah kasus membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Meski demikian, PANDI belum menjelaskan secara rinci kapan AI SIRT mulai dapat digunakan oleh masyarakat umum. Informasi mengenai biaya layanan juga belum disampaikan.
Dikembangkan bersama ID-CERT
Dalam pengembangannya, PANDI akan bekerja sama dengan Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT). Tim tersebut dipimpin Budi Rahardjo, akademisi dan ilmuwan teknologi informasi senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa AI SIRT tidak hanya diarahkan sebagai kanal pengaduan, tetapi juga memiliki aspek respons terhadap insiden keamanan digital. Inisiatif ini juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Kelompok Kerja (Pokja) Indonesia Digital Registry Institute (IDRI) yang dipimpin A. Sapto Anggoro.
Pembentukan AI SIRT sekaligus memperlihatkan perubahan lanskap keamanan digital. Jika sebelumnya penanganan insiden banyak berfokus pada serangan terhadap perangkat, jaringan, aplikasi, atau infrastruktur digital, perkembangan AI menghadirkan jenis risiko baru yang membutuhkan pendekatan tersendiri.
PANDI Juga Siapkan Analitik.id
Selain AI SIRT, PANDI sedang menyiapkan platform bernama Analitik.id. Platform ini ditujukan untuk mengolah dan menganalisis data yang berkaitan dengan domain internet. PANDI selama ini memiliki data log dan trafik DNS dalam jumlah besar. Namun, menurut PANDI, data tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan manfaat kepada publik maupun pemilik domain.
Melalui Analitik.id, pemilik domain dengan ekstensi “.id”, termasuk .co.id, .biz.id, dan .ai.id, nantinya dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi serta reputasi domain mereka. Informasi yang disediakan mencakup kondisi kesehatan DNS, tingkat keamanan, hingga kelebihan dan kekurangan sebuah domain.
“Selama ini data log yang kami miliki belum terolah secara maksimal. Dengan Analitik.id, pemilik domain .id nantinya akan mendapatkan insight berharga mengenai reputasi, kelemahan, serta keunggulan web mereka,” kata Isnawan.
Konsep tersebut dapat membantu pemilik situs memahami kondisi domain mereka dengan lebih baik. Informasi mengenai keamanan dan reputasi domain juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan apakah sebuah situs membutuhkan peningkatan perlindungan atau konfigurasi tertentu.
Tak Hanya untuk Domain .id
Ke depan, cakupan Analitik.id berpotensi diperluas untuk menganalisis domain dengan ekstensi lain, seperti “.com” dan “.xyz”.
Namun, pengukuran terhadap domain di luar ekosistem “.id” tersebut tidak akan dilakukan secara otomatis. Pemilik situs dapat mengajukan permintaan dan mengirimkan data analitik melalui API untuk kemudian dianalisis oleh sistem PANDI.
Dengan demikian, Analitik.id tidak hanya berpotensi menjadi layanan untuk pemilik domain Indonesia, tetapi juga dapat berkembang menjadi platform analisis reputasi domain yang lebih luas.
Pengembangan AI SIRT dan Analitik.id menjadi bagian dari strategi PANDI untuk memperluas perannya di ekosistem digital Indonesia. PANDI tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan dan pendaftaran nama domain, tetapi juga mulai mengembangkan layanan yang berkaitan dengan keamanan siber, respons insiden, reputasi domain, dan analisis data digital.
Langkah tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI dan layanan digital. Di satu sisi, masyarakat mendapatkan semakin banyak manfaat dari teknologi baru. Namun di sisi lain, muncul pula risiko penyalahgunaan yang membutuhkan mekanisme pelaporan, konsultasi, dan penanganan yang lebih terstruktur.
Sebelumnya, pada Mei 2026, PANDI bersama Korika juga mengumumkan domain .ai.id sebagai identitas digital bagi ekosistem AI Indonesia. Kehadiran AI SIRT dan Analitik.id kemudian memperlihatkan upaya PANDI membangun layanan yang tidak hanya berkaitan dengan identitas digital, tetapi juga aspek keamanan dan kepercayaan dalam ekosistem tersebut.
