Apa Itu UEBA? Pengertian & Cara Kerjanya Lindungi Data Perusahaan
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Cyber Protection
Di era digital saat ini, ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Serangan tidak lagi hanya dilakukan dengan virus sederhana atau upaya peretasan biasa, tetapi juga memanfaatkan kecerdikan penjahat siber dalam menyusup secara diam-diam ke sistem perusahaan. Bahkan, banyak serangan berhasil terjadi bukan karena lemahnya teknologi, melainkan akibat kelalaian manusia atau aktivitas mencurigakan yang sulit dideteksi.
Kondisi tersebut membuat perusahaan membutuhkan sistem keamanan yang lebih pintar dan adaptif. Salah satu teknologi keamanan modern yang kini banyak digunakan organisasi besar adalah User and Entity Behavior Analytics atau UEBA.
UEBA hadir sebagai solusi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan machine learning yang mampu mempelajari pola aktivitas pengguna maupun perangkat dalam jaringan perusahaan. Dengan kemampuan tersebut, UEBA dapat mengenali aktivitas yang tidak biasa dan mendeteksi potensi ancaman sejak dini sebelum berkembang menjadi serangan besar.
Apa Itu UEBA?
UEBA merupakan singkatan dari User and Entity Behavior Analytics. Teknologi ini adalah solusi keamanan siber yang menggunakan algoritma dan machine learning untuk menganalisis perilaku pengguna serta perangkat dalam jaringan perusahaan.
Tidak hanya memantau manusia, UEBA juga memonitor berbagai perangkat seperti server, router, laptop, endpoint, hingga perangkat Internet of Things (IoT). Sistem ini bekerja dengan cara mempelajari pola aktivitas normal, kemudian membandingkannya dengan aktivitas yang terjadi setiap hari.
Jika ditemukan perilaku yang menyimpang dari pola biasa, UEBA akan menganggapnya sebagai anomali dan memberikan peringatan kepada tim keamanan TI. Dalam beberapa sistem yang lebih canggih, UEBA bahkan dapat mengambil tindakan otomatis untuk menghentikan ancaman.
Sebagai contoh, seorang karyawan biasanya mengunduh file kerja berukuran 20 MB per hari. Namun tiba-tiba, akun tersebut mengunduh data sebesar 4 GB dalam waktu singkat. Aktivitas ini akan dianggap tidak normal oleh UEBA dan dapat memicu investigasi keamanan.
Contoh lainnya, sebuah server kantor cabang yang biasanya menerima ratusan permintaan tiba-tiba menerima ribuan akses dalam satu hari. UEBA dapat mengenali lonjakan tersebut sebagai kemungkinan awal serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS).
Mengapa UEBA Menjadi Penting?
Perusahaan modern kini menghadapi ancaman keamanan yang jauh lebih kompleks. Penggunaan layanan cloud, kerja jarak jauh, perangkat Bring Your Own Device (BYOD), hingga meningkatnya perangkat IoT membuat permukaan serangan siber semakin luas.
Sistem keamanan tradisional seperti firewall, VPN, dan antivirus memang masih penting, tetapi sering kali tidak cukup untuk menghadapi ancaman modern yang bergerak secara diam-diam.
Penjahat siber saat ini cenderung melakukan serangan bertahap agar tidak mudah terdeteksi. Mereka bisa menyusup ke jaringan melalui email phishing, akun karyawan yang bocor, atau perangkat yang memiliki konfigurasi keamanan lemah.
Dalam situasi seperti ini, UEBA menjadi penting karena mampu mendeteksi perubahan perilaku sekecil apa pun yang mungkin tidak disadari manusia.
Cara Kerja UEBA
Agar bekerja maksimal, solusi UEBA harus dipasang pada seluruh perangkat yang digunakan dalam lingkungan organisasi. Perangkat tersebut tidak hanya mencakup perangkat kantor, tetapi juga perangkat pribadi karyawan yang digunakan untuk mengakses sistem perusahaan.
Beberapa organisasi bahkan meminta pemasangan sistem UEBA pada router rumah karyawan. Hal ini dilakukan karena perangkat rumah yang terhubung ke jaringan perusahaan juga dapat menjadi jalur masuk ancaman siber.
Setelah dipasang, UEBA akan bekerja secara diam-diam sambil mengumpulkan data aktivitas pengguna dan perangkat. Pada tahap awal, sistem memasuki mode pembelajaran (learning mode).
Dalam tahap ini, UEBA mempelajari berbagai pola penggunaan normal, seperti:
- Jam kerja pengguna
- Aplikasi yang sering digunakan
- Lokasi login
- Jumlah data yang biasa diunduh
- Pola komunikasi jaringan
- Aktivitas perangkat
Dari data tersebut, sistem membentuk profil perilaku normal. Jika di kemudian hari terdapat aktivitas yang berbeda drastis, UEBA akan menganggapnya sebagai anomali.
Misalnya, seorang karyawan yang biasanya bekerja dari Jakarta tiba-tiba melakukan login dari negara lain pada tengah malam sambil mengakses data sensitif perusahaan. Aktivitas ini dapat langsung dianggap mencurigakan.
Tiga Komponen Utama UEBA
-
Analitik (Analytics)
Komponen pertama adalah analitik. Bagian ini bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data aktivitas pengguna maupun perangkat. Sistem akan mempelajari bagaimana pengguna memakai aplikasi, mengakses jaringan, mengirim data, hingga pola komunikasi digital sehari-hari.Teknologi machine learning kemudian digunakan untuk membangun model statistik perilaku normal. Dengan model tersebut, UEBA mampu mengenali aktivitas yang tidak biasa secara otomatis. Semakin lama sistem digunakan, semakin akurat pula UEBA dalam membedakan aktivitas normal dan mencurigakan.
-
Integrasi dengan Sistem Keamanan Lain
UEBA bukanlah pengganti seluruh sistem keamanan yang sudah ada. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk melengkapi sistem keamanan lain seperti:- Firewall
- VPN
- Sistem deteksi intrusi
- Antivirus
- SIEM (Security Information and Event Management)
Dengan integrasi tersebut, UEBA dapat menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti log sistem, lalu lintas jaringan, dan aktivitas perangkat. Hasilnya, perusahaan mendapatkan gambaran keamanan yang jauh lebih lengkap dan mendalam.
-
Presentasi dan Respons
Setelah mendeteksi anomali, UEBA akan menyampaikan hasil analisis kepada tim keamanan. Respons yang dilakukan dapat berbeda tergantung kebijakan organisasi. Beberapa perusahaan hanya menggunakan sistem peringatan agar analis keamanan melakukan investigasi lebih lanjut. Namun, ada juga organisasi yang mengaktifkan respons otomatis, misalnya:- Memutus koneksi perangkat
- Mengunci akun pengguna
- Menghentikan akses ke server tertentu
- Mengisolasi perangkat yang terinfeksi
Respons otomatis ini sangat penting terutama untuk menghentikan serangan sebelum menyebar lebih luas.
Jenis Ancaman yang Bisa Dideteksi UEBA
Salah satu keunggulan terbesar UEBA adalah kemampuannya mendeteksi berbagai jenis ancaman siber modern. Beberapa ancaman yang dapat dikenali antara lain:
- Serangan Brute Force
UEBA dapat mendeteksi percobaan login berulang dalam jumlah besar yang biasanya dilakukan untuk menebak kata sandi pengguna. - Serangan DDoS
Lonjakan trafik jaringan yang tidak normal dapat dikenali sebagai potensi serangan DDoS. - Insider Threat
Ancaman dari orang dalam perusahaan menjadi salah satu risiko terbesar saat ini. UEBA dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan dari karyawan atau pihak internal. - Akun yang Diretas
Jika akun pengguna menunjukkan perilaku berbeda dari biasanya, UEBA dapat mendeteksinya sebagai kemungkinan akun telah diretas. - Malware dan Ransomware
UEBA mampu mengenali aktivitas tidak normal akibat malware atau ransomware, seperti enkripsi data massal atau perpindahan file dalam jumlah besar.
Peran UEBA dalam Menghadapi Phishing
Serangan phishing menjadi salah satu metode favorit penjahat siber karena memanfaatkan kelemahan manusia. Biasanya, korban menerima email palsu yang terlihat meyakinkan dan diarahkan untuk mengklik tautan berbahaya atau memasukkan kata sandi.
Ketika akun berhasil dicuri, penyerang akan mencoba mengakses sistem perusahaan secara diam-diam. UEBA dapat membantu mendeteksi situasi ini melalui perubahan perilaku pengguna, misalnya:
- Login dari lokasi tidak biasa
- Akses ke file yang sebelumnya tidak pernah dibuka
- Pengunduhan data dalam jumlah besar
- Aktivitas jaringan yang tidak normal
Dengan demikian, ancaman dapat dihentikan sebelum berkembang menjadi kebocoran data besar.
Manfaat UEBA bagi Perusahaan
-
Meningkatkan Keamanan Siber
UEBA memberikan kemampuan deteksi ancaman yang lebih cerdas dibanding sistem keamanan tradisional. Sistem ini tidak hanya fokus pada virus atau malware, tetapi juga memahami pola perilaku pengguna dan perangkat. -
Mengurangi Beban Tim TI
Pemantauan keamanan secara manual membutuhkan banyak tenaga dan waktu. UEBA membantu mengotomatisasi proses tersebut sehingga tim TI dapat fokus pada pekerjaan strategis lainnya. -
Mengurangi Kerugian Finansial
Serangan ransomware dan kebocoran data dapat menyebabkan kerugian miliaran rupiah. Dengan mendeteksi ancaman lebih awal, UEBA membantu perusahaan menghindari:- Biaya pemulihan sistem
- Pembayaran tebusan ransomware
- Denda akibat pelanggaran data
- Kehilangan produktivitas
-
Mendukung Kepatuhan Regulasi
Industri seperti kesehatan, keuangan, dan pemerintahan memiliki aturan keamanan yang ketat. UEBA membantu organisasi memastikan seluruh perangkat dan aktivitas pengguna mematuhi standar keamanan yang berlaku.
Tantangan Implementasi UEBA
Meski menawarkan banyak manfaat dalam mendeteksi ancaman siber modern, penerapan User and Entity Behavior Analytics (UEBA) tidak selalu berjalan mudah. Teknologi ini membutuhkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga biaya yang tidak sedikit. Karena itu, perusahaan perlu memahami berbagai tantangan sebelum mengadopsi sistem UEBA secara penuh.
-
Biaya Implementasi yang Tinggi
Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan UEBA adalah biaya investasi yang cukup mahal. Solusi UEBA umumnya digunakan oleh perusahaan besar karena membutuhkan perangkat lunak khusus, server pendukung, serta infrastruktur jaringan yang memadai. Biaya implementasi tidak hanya berasal dari pembelian lisensi perangkat lunak, tetapi juga mencakup:- Pengadaan infrastruktur tambahan
- Integrasi dengan sistem keamanan yang sudah ada
- Pelatihan tim keamanan TI
- Pemeliharaan dan pembaruan sistem
- Konsultasi dengan tenaga ahli keamanan siber
Bagi perusahaan kecil dan menengah, biaya tersebut bisa menjadi hambatan besar. Karena itu, banyak organisasi perlu mempertimbangkan skala kebutuhan dan kemampuan anggaran sebelum menerapkan UEBA.
-
Implementasi dan Integrasi yang Kompleks
UEBA bukan sistem yang dapat langsung digunakan begitu saja. Teknologi ini harus terhubung dengan berbagai solusi keamanan lain seperti firewall, SIEM, VPN, antivirus, hingga sistem monitoring jaringan. Proses integrasi tersebut sering kali cukup rumit karena setiap perusahaan memiliki infrastruktur TI yang berbeda-beda. Selain itu, banyak organisasi masih menggunakan sistem lama (legacy system) yang belum tentu kompatibel dengan teknologi UEBA modern. Agar sistem dapat bekerja optimal, perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang memahami:- Keamanan jaringan
- Analisis data
- Konfigurasi sistem keamanan
- Machine learning
- Manajemen log dan trafik jaringan
Jika implementasi dilakukan secara kurang tepat, UEBA justru dapat menghasilkan data yang tidak akurat atau membebani performa jaringan perusahaan.
-
Risiko False Positive
Tantangan lain yang cukup sering terjadi dalam penggunaan UEBA adalah false positive, yaitu kondisi ketika sistem menganggap aktivitas normal sebagai ancaman keamanan. Contohnya, seorang karyawan yang biasanya bekerja dari kantor tiba-tiba harus bekerja dari luar kota dan mengakses sistem perusahaan pada malam hari. UEBA mungkin menganggap aktivitas tersebut sebagai perilaku mencurigakan meski sebenarnya normal.Jika terlalu banyak false positive, tim keamanan bisa kewalahan karena harus memeriksa banyak peringatan yang sebenarnya tidak berbahaya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan efektivitas sistem keamanan. Karena itu, UEBA memerlukan proses penyesuaian dan pembelajaran secara terus-menerus agar mampu membedakan aktivitas normal dan ancaman nyata dengan lebih akurat.
-
Membutuhkan Waktu Pembelajaran
UEBA bekerja dengan cara mempelajari pola perilaku pengguna dan perangkat. Proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. Pada tahap awal implementasi, sistem memerlukan waktu untuk mengumpulkan data dan memahami pola aktivitas normal dalam organisasi. Selama masa pembelajaran tersebut, hasil deteksi mungkin belum sepenuhnya akurat.Semakin besar organisasi dan semakin kompleks aktivitas jaringannya, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan UEBA untuk membangun profil perilaku yang tepat.
-
Tantangan Privasi dan Pengawasan
Karena UEBA memantau aktivitas pengguna secara detail, beberapa perusahaan menghadapi tantangan terkait privasi karyawan. Sebagian pengguna mungkin merasa tidak nyaman karena aktivitas digital mereka terus dipantau, termasuk pola login, penggunaan aplikasi, hingga aktivitas jaringan.Oleh sebab itu, perusahaan perlu memiliki kebijakan yang jelas terkait penggunaan UEBA agar penerapan sistem keamanan tetap seimbang dengan perlindungan privasi pengguna.
UEBA vs SIEM: Apa Bedanya?
SIEM atau Security Information and Event Management merupakan sistem keamanan yang berfungsi mengumpulkan, menganalisis, dan memantau data keamanan dari berbagai sumber dalam infrastruktur TI perusahaan.
SIEM bekerja dengan menggabungkan data dari:
- Firewall
- Log sistem operasi
- Perangkat jaringan
- Antivirus
- Server
- Aplikasi keamanan lainnya
Tujuan utama SIEM adalah memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi keamanan jaringan dan mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time. Dalam praktiknya, SIEM sangat berguna untuk membantu tim keamanan memantau kejadian keamanan (security events) dan memenuhi kebutuhan kepatuhan regulasi (compliance).
Namun, meski terlihat mirip dengan UEBA, keduanya sebenarnya memiliki fokus yang berbeda.
SIEM Lebih Fokus pada Event
SIEM dirancang untuk memantau kejadian atau aktivitas sistem berdasarkan log dan aturan tertentu. Sistem ini sangat efektif dalam mendeteksi ancaman yang memiliki pola jelas, misalnya:
- Percobaan login gagal berulang
- Akses tidak sah ke server
- Perubahan konfigurasi sistem
- Aktivitas malware yang sudah dikenali
Kelebihan SIEM terletak pada kemampuannya mengumpulkan dan mengelola data keamanan dalam jumlah besar secara terpusat. Namun, kelemahannya adalah SIEM sering kesulitan mendeteksi ancaman modern yang bergerak secara perlahan dan tersembunyi.
Penjahat siber saat ini tidak lagi selalu melakukan serangan besar yang mudah terlihat. Banyak dari mereka justru menggunakan teknik bertahap agar aktivitasnya tampak normal. Akibatnya, serangan bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tanpa terdeteksi.
UEBA Lebih Fokus pada Perilaku
Berbeda dengan SIEM, UEBA lebih fokus menganalisis perilaku pengguna dan perangkat. Teknologi ini memanfaatkan machine learning untuk memahami pola aktivitas normal dalam jaringan perusahaan. Ketika ada perilaku yang menyimpang, UEBA akan menganggapnya sebagai anomali.
Sebagai contoh, seorang karyawan biasanya hanya mengakses data kantor pada jam kerja. Namun tiba-tiba akun tersebut melakukan login tengah malam dari lokasi berbeda dan mengunduh data dalam jumlah besar.
Aktivitas tersebut mungkin tidak langsung dianggap ancaman oleh SIEM, tetapi UEBA dapat mengenali perubahan perilaku tersebut sebagai sesuatu yang mencurigakan. Inilah yang membuat UEBA lebih unggul dalam mendeteksi:
- Ancaman dari orang dalam (insider threat)
- Akun yang diretas
- Serangan tersembunyi jangka panjang
- Aktivitas abnormal pengguna
- Kebocoran data internal
Mengapa UEBA dan SIEM Sering Digunakan Bersama?
Meski berbeda, UEBA dan SIEM justru saling melengkapi. SIEM sangat kuat dalam pengumpulan data keamanan dan pemantauan event, sementara UEBA unggul dalam analisis perilaku dan deteksi anomali.
Ketika digabungkan, keduanya mampu memberikan perlindungan keamanan yang jauh lebih kuat. Sebagai contoh, SIEM dapat mendeteksi adanya login mencurigakan ke server, sedangkan UEBA menganalisis apakah perilaku pengguna tersebut berbeda dari kebiasaan normalnya.
Kombinasi ini membantu perusahaan mendeteksi ancaman yang sebelumnya sulit dikenali oleh sistem keamanan tradisional.
UEBA vs NTA: Memahami Analisis Lalu Lintas Jaringan
Selain SIEM, teknologi lain yang sering dibandingkan dengan UEBA adalah NTA atau Network Traffic Analysis. NTA merupakan solusi keamanan yang berfokus pada pemantauan lalu lintas jaringan secara menyeluruh.
Teknologi ini menggunakan:
- Machine learning
- Analitik lanjutan
- Deteksi berbasis aturan
untuk memantau seluruh aktivitas jaringan perusahaan.
Kelebihan NTA
Salah satu keunggulan utama NTA adalah kemampuannya melihat seluruh aktivitas jaringan, bukan hanya data yang tercatat di log. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui hampir seluruh aktivitas yang terjadi dalam jaringan, termasuk pola komunikasi antar perangkat.
NTA sangat efektif untuk mendeteksi:
- Lonjakan trafik tidak normal
- Aktivitas botnet
- Serangan DDoS
- Perpindahan data mencurigakan
- Komunikasi malware
Selain itu, penerapan NTA umumnya lebih mudah dibanding beberapa solusi keamanan lain.
Kelemahan NTA Dibanding UEBA
Meski memiliki kemampuan analisis jaringan yang baik, NTA tetap memiliki keterbatasan. NTA tidak dapat memantau aktivitas lokal pada perangkat yang tidak sedang terhubung ke jaringan. Misalnya, aktivitas mencurigakan pada laptop karyawan yang sedang offline mungkin tidak dapat dideteksi.
Selain itu, NTA lebih fokus pada lalu lintas jaringan dibanding perilaku pengguna secara mendalam. Di sinilah UEBA memiliki keunggulan. UEBA mampu menganalisis hubungan antara pengguna, perangkat, aplikasi, dan pola aktivitas sehari-hari untuk menemukan anomali yang lebih kompleks.
Karena itu, perusahaan besar biasanya menggunakan NTA dan UEBA secara bersamaan agar perlindungan keamanan menjadi lebih menyeluruh.
UEBA vs UBA: Apa Perbedaannya?
UEBA juga sering dibandingkan dengan UBA atau User Behavior Analytics. Sekilas keduanya tampak sama karena sama-sama memantau perilaku pengguna. Namun sebenarnya UEBA memiliki cakupan yang lebih luas.
UBA Hanya Fokus pada Pengguna
UBA merupakan teknologi yang dirancang untuk menganalisis perilaku pengguna dalam sistem. Sistem ini memantau aktivitas seperti:
- Login pengguna
- Pola akses aplikasi
- Aktivitas file
- Penggunaan akun
Tujuannya adalah mendeteksi perilaku mencurigakan dari pengguna manusia.
UEBA Menambahkan “Entity”
Perbedaan terbesar UEBA terletak pada tambahan huruf “E” yang berarti Entity atau entitas. Artinya, UEBA tidak hanya memantau manusia, tetapi juga perangkat dan aplikasi yang terhubung ke jaringan. Entitas yang dipantau UEBA meliputi:
- Router
- Server
- Endpoint
- Perangkat IoT
- Aplikasi cloud
- Aplikasi mobile
- Sistem jaringan
Dengan cakupan tersebut, UEBA menjadi jauh lebih komprehensif dibanding UBA biasa. Perubahan istilah dari UBA menjadi UEBA mulai populer sejak perusahaan analis teknologi Gartner menambahkan huruf “E” pada tahun 2017.
Tujuannya adalah menegaskan bahwa ancaman siber modern tidak hanya berasal dari manusia, tetapi juga dari perangkat, aplikasi, dan sistem otomatis lainnya.
Mengapa Teknologi Ini Semakin Penting?
Perusahaan modern kini menghadapi tantangan keamanan yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Peningkatan penggunaan:
- Cloud computing
- Kerja jarak jauh
- Perangkat pribadi
- IoT
- Aplikasi mobile
Penjahat siber tidak lagi hanya menyerang server utama perusahaan, tetapi juga perangkat pengguna, aplikasi cloud, hingga router rumah karyawan.
Karena itu, pendekatan keamanan berbasis perilaku seperti UEBA menjadi semakin penting. Teknologi ini membantu perusahaan mendeteksi ancaman yang tidak terlihat oleh sistem keamanan tradisional.
Kesimpulan
UEBA, SIEM, NTA, dan UBA merupakan teknologi keamanan siber yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi.
SIEM unggul dalam pengumpulan log dan pemantauan event keamanan. NTA fokus menganalisis lalu lintas jaringan. UBA memantau perilaku pengguna, sedangkan UEBA memperluas pemantauan hingga mencakup perangkat dan aplikasi.
Di tengah meningkatnya ancaman siber modern, penggunaan kombinasi teknologi keamanan menjadi semakin penting untuk membantu perusahaan mendeteksi ancaman lebih cepat, melindungi data sensitif, dan menjaga kelangsungan operasional bisnis.
Bagi organisasi dengan kebutuhan keamanan tinggi, UEBA kini menjadi salah satu solusi penting karena kemampuannya mendeteksi perilaku mencurigakan yang sering kali tidak terlihat oleh sistem keamanan tradisional.
