Memahami Sistem Keamanan Claude Fable 5 dan Mythos 5
- Rita Puspita Sari
- •
- 1 hari yang lalu
Ilustrasi Cyber Security
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) terus melaju dengan sangat cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan model AI meningkat dari sekadar menjawab pertanyaan sederhana menjadi mampu menulis kode, menganalisis data kompleks, membantu penelitian ilmiah, hingga mendukung pengembangan obat-obatan.
Perusahaan AI Anthropic kembali mendorong batas kemampuan teknologi tersebut melalui peluncuran Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5. Kedua model ini disebut sebagai AI kelas Mythos, yaitu generasi AI yang memiliki kemampuan jauh melampaui model-model sebelumnya.
Namun semakin pintar sebuah AI, semakin besar pula risiko yang menyertainya. Karena itulah Anthropic tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan, tetapi juga membangun berbagai lapisan pengamanan agar teknologi ini tidak disalahgunakan.
Lalu apa sebenarnya Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5? Mengapa keduanya dianggap sebagai lompatan besar dalam dunia AI? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Claude Fable 5?
Claude Fable 5 merupakan model AI terbaru yang dirancang untuk penggunaan publik secara luas. Model ini dibangun menggunakan fondasi teknologi yang sama dengan Claude Mythos 5, tetapi telah dilengkapi berbagai sistem keamanan tambahan agar aman digunakan oleh masyarakat umum.
Menurut Anthropic, Fable 5 adalah model paling kuat yang pernah mereka rilis secara publik. Model ini menunjukkan performa terbaik pada hampir seluruh kategori pengujian AI modern, termasuk:
- Rekayasa perangkat lunak (software engineering)
- Analisis dokumen dan data
- Penelitian ilmiah
- Analisis visual
- Pemecahan masalah kompleks
- Tugas berbasis pengetahuan
Keunggulan utama Fable 5 terletak pada kemampuannya menangani pekerjaan yang panjang dan rumit. Semakin kompleks sebuah tugas, semakin terlihat perbedaan performanya dibandingkan model Claude generasi sebelumnya.
Apa Itu Claude Mythos 5?
Claude Mythos 5 merupakan versi yang lebih kuat dari Fable 5. Keduanya menggunakan model dasar yang sama, tetapi Mythos 5 memiliki beberapa pembatasan keamanan yang telah dilonggarkan. Karena kemampuannya sangat tinggi, akses ke model ini saat ini masih dibatasi untuk kelompok tertentu, seperti:
- Profesional keamanan siber
- Peneliti ilmiah
- Penyedia infrastruktur kritis
- Mitra pemerintah
Pada tahap awal, Mythos 5 digunakan melalui Project Glasswing, sebuah program yang membantu para ahli keamanan siber melindungi sistem dan perangkat lunak penting dari ancaman digital. Anthropic menyebut Mythos 5 sebagai model AI dengan kemampuan keamanan siber paling kuat yang tersedia saat ini.
Mengapa AI Kelas Mythos Dianggap Istimewa?
Selama ini sebagian besar AI hanya berfungsi sebagai asisten yang membantu pengguna menyelesaikan tugas tertentu. AI generasi terbaru seperti Fable 5 dan Mythos 5 mulai menunjukkan kemampuan yang lebih dekat dengan seorang pekerja profesional.
Model ini tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga dapat:
- Merencanakan langkah kerja.
- Menjalankan tugas dalam jangka waktu lama.
- Mengingat informasi penting selama proses berlangsung.
- Menyesuaikan strategi ketika menghadapi hambatan.
- Menghasilkan solusi baru berdasarkan analisis data yang luas.
Kemampuan tersebut membuat AI mampu bekerja lebih mandiri dibandingkan generasi sebelumnya.
Kemampuan Rekayasa Perangkat Lunak yang Luar Biasa
Salah satu area yang paling menunjukkan peningkatan adalah rekayasa perangkat lunak. Dalam pengujian awal yang dilakukan oleh perusahaan teknologi Stripe, Claude Fable 5 mampu melakukan migrasi kode pada basis kode Ruby berukuran sekitar 50 juta baris hanya dalam waktu satu hari.
Sebagai perbandingan, pekerjaan serupa biasanya membutuhkan satu tim pengembang perangkat lunak yang bekerja selama lebih dari dua bulan. Kemampuan ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi hanya membantu menulis potongan kode sederhana, tetapi sudah mampu menangani proyek perangkat lunak berskala besar.
Selain lebih cepat, Fable 5 juga lebih efisien dalam penggunaan token, sehingga biaya komputasi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hasil.
Unggul dalam Pekerjaan Berbasis Pengetahuan
Banyak pekerjaan profesional membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis laporan keuangan, meninjau dokumen hukum, atau memahami data bisnis yang kompleks. Pada berbagai pengujian benchmark, Fable 5 menunjukkan kemampuan penalaran yang sangat kuat. Model ini unggul dalam:
- Analisis Dokumen
AI dapat membaca ribuan halaman dokumen dan menemukan informasi penting dalam waktu singkat. - Interpretasi Grafik dan Tabel
Fable 5 mampu memahami hubungan antar data dalam grafik yang kompleks dan menjelaskan maknanya secara akurat. - Pemecahan Masalah
Model dapat mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi berbagai kemungkinan solusi, dan memberikan rekomendasi yang logis.
Kemampuan tersebut membuat Fable 5 sangat berguna bagi analis bisnis, peneliti, konsultan, maupun profesional lainnya yang bekerja dengan data dalam jumlah besar.
Menjadi AI dengan Kemampuan Visual Terbaik
Kemampuan visual atau computer vision menjadi salah satu area yang mengalami peningkatan paling signifikan. Fable 5 mampu memahami gambar dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Beberapa kemampuan visualnya meliputi:
- Membaca grafik ilmiah yang rumit.
- Mengambil data numerik dari gambar.
- Memahami diagram teknis.
- Membangun ulang kode sumber aplikasi hanya dari tangkapan layar.
Kemampuan ini membuka peluang baru dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian hingga pengembangan perangkat lunak.
Yang menarik, Fable 5 bahkan mampu menyelesaikan permainan Pokémon FireRed hanya dengan mengandalkan kemampuan visual dasarnya. Padahal model Claude sebelumnya kesulitan melakukan hal yang sama meskipun telah diberikan berbagai alat bantu tambahan.
Memori yang Lebih Panjang dan Konteks yang Lebih Baik
Salah satu tantangan terbesar AI modern adalah mempertahankan fokus saat menangani informasi dalam jumlah sangat besar. Claude Fable 5 dirancang untuk tetap memahami konteks meskipun harus memproses jutaan token dalam satu tugas.
Model ini juga mampu memanfaatkan catatan yang dibuatnya sendiri untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Dalam pengujian menggunakan permainan strategi Slay the Spire, kemampuan memori berbasis file membuat performa Fable 5 meningkat secara drastis dibandingkan model sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa AI mulai memiliki kemampuan mengelola pengetahuan jangka panjang yang lebih baik, sebuah fitur penting untuk menyelesaikan proyek kompleks yang berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Membantu Pengembangan Obat Lebih Cepat
Salah satu penerapan paling menarik dari Mythos 5 adalah di bidang ilmu hayati dan farmasi. Anthropic mengungkapkan bahwa model ini mampu mempercepat beberapa tahapan pengembangan obat hingga sekitar 10 kali lebih cepat. Dalam eksperimen internal, Mythos 5 dapat menjalankan berbagai tugas yang biasanya dilakukan ilmuwan manusia, seperti:
- Menentukan target protein.
- Menjalankan alat desain protein.
- Mengelola proses penelitian.
- Mengatasi kegagalan eksperimen.
Dari 14 target protein yang diuji, sembilan menghasilkan kandidat obat yang menjanjikan dan saat ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Jika kemampuan ini terus berkembang, AI berpotensi mempercepat penemuan terapi baru untuk berbagai penyakit di masa depan.
Mampu Menghasilkan Hipotesis Ilmiah Baru
Biasanya AI hanya membantu menganalisis informasi yang sudah ada. Namun Mythos 5 mulai menunjukkan kemampuan yang lebih maju, yaitu menghasilkan hipotesis ilmiah baru. Hipotesis adalah dugaan ilmiah yang dapat diuji melalui penelitian dan eksperimen.
Dalam evaluasi yang dilakukan secara buta oleh para ilmuwan, sekitar 80% hipotesis yang dihasilkan Mythos 5 dinilai lebih menarik dibandingkan hipotesis yang dihasilkan model AI kelas Opus. Bahkan beberapa hipotesis tersebut telah masuk ke tahap pengujian eksperimental.
Ini merupakan perkembangan penting karena menunjukkan bahwa AI mulai mampu berkontribusi dalam proses penemuan ilmiah, bukan sekadar membantu analisis data.
Melakukan Penelitian Genomik Secara Mandiri
Kemampuan Mythos 5 tidak berhenti pada desain obat. Dalam proyek penelitian genomik, model ini bekerja secara mandiri selama lebih dari satu minggu untuk:
- Mengumpulkan data biologis.
- Mengelola jutaan data sel tunggal.
- Menganalisis 138 spesies hewan.
- Mendesain model machine learning khusus.
- Melatih model yang dibuatnya sendiri.
Tujuan penelitian tersebut adalah menemukan sel yang memiliki fungsi serupa pada berbagai spesies yang berbeda.
Menariknya, model hasil rancangan Mythos 5 mampu mengungguli metode penelitian terbaru yang sebelumnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, meskipun ukuran modelnya jauh lebih kecil.
Mengapa Dibutuhkan Pengamanan Tambahan?
Kemampuan luar biasa seperti ini tentu membawa manfaat besar. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga berpotensi disalahgunakan. Misalnya, AI yang sangat pintar dalam bidang keamanan siber dapat digunakan untuk:
- Menemukan celah keamanan perangkat lunak.
- Membantu perencanaan serangan siber.
- Mengotomatiskan berbagai tahapan peretasan.
Begitu pula kemampuan di bidang biologi dan kimia yang berpotensi digunakan untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab. Karena itulah Anthropic mengembangkan sistem pengamanan khusus sebelum merilis Fable 5 kepada publik.
Sistem Klasifikasi Keamanan pada Fable 5
Untuk menjaga keamanan penggunaan, Fable 5 dilengkapi serangkaian classifier atau sistem klasifikasi berbasis AI. Sistem ini bertugas mendeteksi:
- Upaya penyalahgunaan model.
- Permintaan berisiko tinggi.
- Teknik jailbreak.
- Aktivitas yang berpotensi berbahaya.
Jika sistem mendeteksi topik tertentu yang dianggap sensitif, seperti:
- Keamanan siber tingkat lanjut.
- Biologi dan kimia tingkat lanjut.
- Distilasi model AI.
Maka respons tidak akan diproses menggunakan Fable 5. Sebagai gantinya, sistem akan mengalihkan permintaan tersebut ke Claude Opus 4.8 yang memiliki pembatasan keamanan lebih ketat. Pengguna juga akan diberi tahu ketika proses pengalihan tersebut terjadi.
Tantangan Baru di Era AI Super Canggih
Selama bertahun-tahun, perusahaan pengembang AI fokus meningkatkan kemampuan model agar dapat memahami bahasa manusia dengan lebih baik. Kini tantangannya berubah. Masalah utama bukan lagi bagaimana membuat AI menjadi lebih pintar, melainkan bagaimana memastikan AI yang sangat pintar tetap digunakan secara aman.
Model AI kelas Mythos memiliki kemampuan yang mendekati pekerjaan seorang profesional di berbagai bidang. Dalam beberapa kasus, model bahkan dapat menyelesaikan tugas yang biasanya membutuhkan tim ahli selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Kemampuan seperti ini tentu membawa manfaat besar. Namun teknologi yang sama juga berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan. Karena itu Anthropic mengembangkan sistem klasifikasi keamanan atau security classifier yang berfungsi sebagai lapisan pertahanan tambahan sebelum model memberikan respons kepada pengguna.
1. Area Pertama: Keamanan Siber
Salah satu bidang yang paling mendapat perhatian adalah keamanan siber atau cybersecurity.
Model AI kelas Mythos memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam menemukan kerentanan perangkat lunak. AI dapat membaca jutaan baris kode, menemukan kelemahan sistem, dan menjelaskan bagaimana kelemahan tersebut dapat dieksploitasi.
Bagi perusahaan keamanan siber, kemampuan ini sangat bermanfaat karena membantu menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh penjahat digital. Namun kemampuan yang sama juga bisa digunakan untuk tujuan sebaliknya.
Seseorang yang berniat melakukan serangan siber dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat proses pencarian target dan kerentanan. Hal inilah yang menjadi perhatian utama pengembang. Lebih dari sekadar menemukan celah keamanan, model kelas Mythos juga memiliki kemampuan yang disebut sebagai agentic hacking.
Agentic hacking adalah kemampuan AI untuk menjalankan berbagai tahapan serangan siber secara mandiri. Jika AI generasi lama hanya mampu memberikan saran atau menjawab pertanyaan, AI dengan kemampuan agentic dapat membantu menyusun langkah-langkah yang kompleks secara berurutan.
Beberapa kemampuan yang termasuk dalam kategori ini antara lain:
- Melakukan pengintaian terhadap target (reconnaissance).
- Mengidentifikasi sistem yang rentan.
- Menemukan titik masuk potensial.
- Melakukan analisis jaringan.
- Menentukan langkah lanjutan setelah berhasil masuk ke sistem.
Kemampuan seperti ini sangat berguna bagi tim keamanan yang melakukan pengujian penetrasi atau penetration testing secara legal. Namun jika jatuh ke tangan yang salah, risikonya tentu sangat besar.
Oleh karena itu, sistem keamanan Fable 5 dirancang untuk mengenali berbagai aktivitas ofensif yang berkaitan dengan keamanan siber dan membatasi respons yang berpotensi berbahaya.
Menghadapi Ancaman Jailbreak
Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI modern adalah jailbreak. Jailbreak merupakan teknik yang digunakan untuk mengelabui model AI agar mengabaikan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Pelaku biasanya mencoba berbagai cara kreatif, seperti menyamarkan maksud sebenarnya, membuat skenario fiktif, atau membagi permintaan menjadi beberapa tahapan kecil agar sistem keamanan tidak mendeteksinya.
Untuk menguji ketahanan Fable 5 terhadap teknik semacam ini, Anthropic melakukan proses red teaming atau pengujian keamanan secara intensif. Pengujian tidak hanya dilakukan oleh tim internal, tetapi juga melibatkan peneliti dan organisasi keamanan independen.
Hasilnya cukup menarik. Setelah lebih dari 1.000 jam pengujian, tidak ditemukan satu pun metode jailbreak universal yang mampu menembus sistem secara konsisten.
Meskipun demikian, Anthropic mengakui bahwa tidak ada sistem keamanan yang sempurna. Tujuannya bukan menghilangkan seluruh kemungkinan serangan, melainkan membuat upaya jailbreak menjadi sangat sulit, mahal, dan mudah dideteksi sebelum menyebar secara luas.
Perlindungan terhadap Serangan Siber Berbahaya
Dalam evaluasi yang dilakukan oleh mitra eksternal, sistem keamanan Fable 5 menunjukkan hasil yang sangat kuat. Penguji mencoba berbagai jenis permintaan berbahaya yang berkaitan dengan:
- Perencanaan serangan siber.
- Pembuatan eksploit.
- Teknik menghindari sistem pertahanan.
- Strategi penetrasi jaringan.
Bahkan setelah menggunakan lebih dari 30 metode jailbreak yang telah dipublikasikan secara terbuka, Fable 5 tetap menolak memberikan bantuan yang dapat digunakan untuk aktivitas berbahaya. Hasil ini menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya bergantung pada satu lapisan perlindungan, tetapi merupakan kombinasi berbagai mekanisme keamanan yang bekerja secara bersamaan.
2. Area Kedua: Biologi dan Kimia
Selain keamanan siber, bidang lain yang dianggap berisiko tinggi adalah biologi dan kimia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan AI di bidang ilmu hayati berkembang dengan sangat cepat. Model terbaru kini mampu memahami penelitian biologi molekuler, desain protein, terapi gen, dan berbagai topik ilmiah tingkat lanjut.
Di satu sisi, kemampuan ini dapat mempercepat penemuan obat baru dan membantu penelitian medis. Namun di sisi lain, pengetahuan yang sama juga dapat disalahgunakan untuk merancang agen biologis yang berbahaya.
Inilah yang dikenal sebagai dual-use technology atau teknologi penggunaan ganda, yaitu teknologi yang dapat digunakan untuk tujuan baik maupun tujuan yang merugikan.
Contoh pada Penelitian Terapi Gen
Untuk memahami kemampuan Mythos 5, Anthropic melakukan pengujian pada salah satu tantangan dalam pengembangan terapi gen. Penelitian tersebut berfokus pada Adeno-Associated Virus (AAV), yaitu virus yang sering digunakan sebagai kendaraan untuk mengantarkan materi genetik ke dalam sel manusia.
AAV memiliki peran penting dalam berbagai terapi gen modern karena relatif aman dan efektif. Dalam pengujian tersebut, model AI diminta memprediksi dampak perubahan genetik terhadap struktur lapisan luar virus.
Menariknya, Mythos 5 mampu mengungguli beberapa model AI khusus protein yang memang dirancang untuk tugas tersebut. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran biologis AI modern sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Karena alasan keamanan, sebagian besar permintaan terkait biologi dan kimia tingkat lanjut pada Fable 5 saat ini masih dialihkan ke model yang memiliki pembatasan lebih ketat.
3. Area Ketiga: Distilasi Model AI
Ancaman lain yang mungkin tidak banyak diketahui masyarakat adalah distilasi model AI. Secara sederhana, distilasi adalah proses menyalin kemampuan sebuah model AI untuk melatih model lain.
Teknik ini sering digunakan dalam dunia penelitian dan pengembangan AI. Namun dalam beberapa kasus, proses tersebut dapat dilakukan tanpa izin pemilik model asli. Anthropic mengungkapkan bahwa mereka pernah menemukan upaya berskala besar untuk mengekstraksi kemampuan model Claude guna melatih sistem AI lain.
Masalahnya, jika model yang sangat canggih berhasil disalin secara luas tanpa mekanisme pengamanan yang sama, maka kemampuan AI tingkat tinggi dapat menyebar tanpa kontrol yang memadai. Karena itu, Fable 5 juga dilengkapi sistem yang berupaya mendeteksi pola penggunaan yang mengarah pada aktivitas distilasi model.
Kebijakan Penyimpanan Data yang Baru
Untuk mendukung sistem keamanan tersebut, Anthropic juga memperkenalkan kebijakan penyimpanan data baru bagi model kelas Mythos. Seluruh aktivitas penggunaan model akan disimpan selama 30 hari. Namun terdapat beberapa batasan penting:
- Data tidak digunakan untuk melatih model baru.
- Data tidak digunakan untuk tujuan komersial lain.
- Akses manusia terhadap data dicatat secara ketat.
- Data dilindungi dengan lapisan privasi tambahan.
- Data akan dihapus setelah masa penyimpanan berakhir.
Tujuan utama penyimpanan ini adalah membantu mendeteksi ancaman baru yang sebelumnya belum dikenal. Misalnya:
- Teknik jailbreak terbaru.
- Pola serangan yang melibatkan banyak permintaan.
- Celah keamanan yang belum ditemukan.
- Kesalahan deteksi yang perlu diperbaiki.
Dengan cara ini, sistem keamanan dapat terus berkembang seiring munculnya ancaman baru.
Program Akses Terpercaya
Karena kemampuan Mythos 5 sangat tinggi, Anthropic tidak langsung membukanya untuk seluruh pengguna. Sebagai gantinya, perusahaan menerapkan Trusted Access Program atau program akses terpercaya.
Program ini memungkinkan organisasi tertentu mendapatkan akses ke kemampuan yang lebih luas setelah melalui proses verifikasi. Kelompok yang menjadi prioritas antara lain:
- Profesional keamanan siber.
- Peneliti biomedis.
- Institusi penelitian.
- Penyedia infrastruktur penting.
Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan antara inovasi dan keamanan. Teknologi yang sangat kuat tetap dapat dimanfaatkan oleh para ahli untuk menghasilkan manfaat bagi masyarakat, namun risiko penyalahgunaannya dapat ditekan semaksimal mungkin.
Masa Depan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab
Peluncuran Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5 menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar sebuah model, tetapi juga seberapa aman model tersebut digunakan. Kemampuan AI kini telah memasuki wilayah yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pakar manusia, mulai dari keamanan siber, penelitian genomik, desain protein, hingga penemuan hipotesis ilmiah baru.
Dalam kondisi seperti ini, pengamanan bukan lagi fitur tambahan, melainkan bagian penting dari desain sistem AI itu sendiri. Melalui sistem klasifikasi keamanan, perlindungan terhadap jailbreak, pembatasan pada bidang berisiko tinggi, serta program akses terpercaya, Anthropic mencoba membangun pendekatan baru dalam pengembangan AI tingkat lanjut.
Langkah ini memperlihatkan bahwa era AI masa depan tidak hanya akan berfokus pada kecerdasan, tetapi juga pada tanggung jawab, transparansi, dan keamanan. Dengan keseimbangan tersebut, teknologi seperti Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5 berpotensi memberikan manfaat besar bagi dunia tanpa mengabaikan risiko yang menyertainya.
