BloombergGPT: Model AI Khusus untuk Dunia Finansial
- Rita Puspita Sari
- •
- 13 Sep 2025 16.46 WIB
Ilustrasi BloombergGPT
Industri keuangan kembali mencatat sejarah penting dalam transformasi digital. Setelah kesuksesan fenomenal ChatGPT yang mengguncang dunia teknologi, kini Bloomberg memperkenalkan BloombergGPT, sebuah model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) yang dirancang khusus untuk sektor keuangan. Kehadiran BloombergGPT pada Maret 2023 menandai era baru di mana teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian integral dari ekosistem finansial modern.
Era Baru AI di Dunia Keuangan
Sejak lama, dunia keuangan bergantung pada data. Mulai dari transaksi harian, pergerakan harga saham, laporan keuangan perusahaan, hingga analisis pasar global, semuanya diwarnai oleh angka dan informasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, volume dan kompleksitas data meningkat drastis. Lembaga keuangan kini berhadapan dengan miliaran data per detik yang harus diproses secara cepat dan akurat.
Di sinilah peran AI menjadi sangat penting. BloombergGPT hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut dengan membawa 50 miliar parameter yang dilatih secara khusus menggunakan beragam data keuangan. Hal ini menjadikannya model pertama yang benar-benar dibangun untuk memahami bahasa unik dunia finansial.
Kemampuan BloombergGPT
BloombergGPT dirancang untuk berbagai fungsi yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan. Beberapa kemampuan utamanya adalah:
-
Menghasilkan Bloomberg Query Language (BQL)
BQL adalah bahasa kueri yang digunakan untuk mengakses dan menganalisis data keuangan di platform Bloomberg. Meski sangat kuat, BQL dikenal rumit bagi banyak pengguna. BloombergGPT mempermudah hal ini dengan mengubah pertanyaan dalam bahasa alami menjadi kueri BQL yang valid. Dengan begitu, analis atau investor dapat mengakses data kompleks dengan cara yang lebih intuitif. -
Memberikan Saran Judul Berita
Bagi jurnalis dan media keuangan, penentuan judul berita yang relevan sangat krusial. BloombergGPT mampu membaca sebuah paragraf atau artikel lalu memberikan usulan judul yang sesuai. Hal ini tidak hanya mempercepat proses editorial, tetapi juga memastikan informasi lebih mudah dipahami pembaca. -
Menjawab Pertanyaan Keuangan
Layaknya ChatGPT, BloombergGPT juga dapat menjawab pertanyaan, namun dengan fokus pada dunia finansial. Mulai dari penjelasan tentang instrumen investasi, prediksi tren pasar, hingga analisis risiko, semua bisa dijawab berdasarkan data dan wawasan yang dimilikinya.
Mengapa Dunia Keuangan Membutuhkan AI?
Industri finansial adalah salah satu sektor yang paling padat data. Semakin maju teknologi, semakin besar pula data yang dikumpulkan oleh bank, perusahaan investasi, maupun fintech. Jika tidak dikelola dengan baik, data ini bisa menjadi beban, bukan aset.
Beberapa alasan mengapa AI sangat dibutuhkan di sektor ini antara lain:
-
Chatbot Cerdas
Bank dan fintech kini banyak memanfaatkan chatbot berbasis AI yang dilengkapi kemampuan Natural Language Processing (NLP). Chatbot ini bisa melayani nasabah 24 jam, menjawab pertanyaan tentang saldo, transaksi, atau layanan lain tanpa campur tangan manusia. -
Deteksi dan Pencegahan Penipuan
Sistem tradisional perbankan sering menghasilkan false positive atau peringatan palsu ketika memantau transaksi mencurigakan. Dengan AI, pola-pola penipuan baru yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa dikenali. Misalnya, anomali dalam perilaku transaksi atau hubungan mencurigakan antarindividu. -
Manajemen Risiko Kredit
Regulator global semakin ketat dalam mengawasi risiko kredit. AI membantu bank membangun model penilaian risiko yang lebih akurat, sehingga meminimalkan kerugian akibat kredit macet. -
Prediksi & Analisis
AI dan Machine Learning (ML) membuka peluang prediksi yang lebih akurat. Mulai dari proyeksi pendapatan perusahaan, prediksi harga saham, hingga manajemen kasus hukum bisa dilakukan dengan analisis berbasis data besar. -
Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM)
Layanan personalisasi kini menjadi tren. Bank menggunakan AI untuk memberikan pengalaman lebih baik, misalnya login dengan pengenalan wajah atau suara, serta rekomendasi produk keuangan yang sesuai profil nasabah.
Arsitektur Canggih BloombergGPT
BloombergGPT dibangun menggunakan arsitektur decoder-based causal language model yang terinspirasi dari BLOOM. Model ini memiliki 70 lapisan blok transformer decoder, dilengkapi dengan teknologi:
- Multi-head self-attention (SA) untuk memahami hubungan antar kata dalam konteks berbeda.
- Layer normalization (LN) yang menjaga stabilitas pelatihan model.
- Feed-forward network (FFN) untuk memproses representasi data secara lebih dalam.
Selain itu, BloombergGPT menggunakan lapisan normalisasi tambahan pada embedding token, yang membantu meningkatkan kualitas pemahaman bahasa. Semua elemen ini membuatnya tangguh dalam menghadapi kompleksitas bahasa finansial.
Dataset Raksasa: Lebih dari 700 Miliar Token
Salah satu keunggulan BloombergGPT terletak pada kualitas dan jumlah data yang digunakan.
- 363 miliar token berasal dari dokumen keuangan internal Bloomberg yang dikumpulkan selama puluhan tahun.
- 345 miliar token tambahan berasal dari dataset publik.
- Total lebih dari 700 miliar token dijadikan bahan pelatihan.
Data yang besar, bersih, dan relevan ini menjadikan BloombergGPT model khusus keuangan terbesar dan paling komprehensif hingga saat ini.
Hasil dan Evaluasi
BloombergGPT telah melalui berbagai uji coba menggunakan benchmark standar industri. Hasilnya menunjukkan:
- BloombergGPT lebih unggul dibanding model lain dengan jumlah parameter serupa, baik dalam tugas keuangan maupun pemrosesan bahasa umum.
- Model ini tidak hanya kuat di domain finansial, tetapi juga mengalahkan model umum sekelasnya dalam banyak tes NLP.
Shawn Edwards, CTO Bloomberg, menegaskan:
“BloombergGPT memungkinkan kami mengembangkan banyak aplikasi baru. Model ini menawarkan performa tinggi sejak awal, lebih cepat, dan lebih efisien dibanding membangun model khusus untuk tiap aplikasi.”
Sementara itu, Gideon Mann, Kepala ML Product and Research Bloomberg, menambahkan bahwa kualitas AI bergantung pada data. Berkat arsip dokumen keuangan yang dikurasi Bloomberg selama puluhan tahun, mereka mampu melatih model dengan dataset yang benar-benar sesuai kebutuhan industri finansial.
Dampak BloombergGPT pada Dunia Keuangan
Hadirnya BloombergGPT membuka banyak peluang baru:
- Percepatan Analisis Pasar
Analis dapat melakukan riset dengan lebih cepat karena BloombergGPT bisa menyaring informasi penting dari data dalam jumlah besar. - Efisiensi Pekerjaan Jurnalis
Jurnalis keuangan dapat terbantu dalam menyusun berita dengan saran judul yang relevan serta ringkasan cepat dari laporan keuangan. - Keamanan Lebih Baik
Sistem perbankan dan fintech dapat memanfaatkan kecerdasan BloombergGPT untuk memperkuat deteksi penipuan dan pencegahan kejahatan finansial. - Demokratisasi Akses Data
Dengan kemampuan mengubah pertanyaan sederhana menjadi kueri BQL, akses ke data finansial tingkat tinggi menjadi lebih mudah, bahkan bagi pengguna non-teknis.
Tantangan dan Masa Depan
Meski menjanjikan, BloombergGPT tetap menghadapi tantangan. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan akan komputasi super besar, risiko bias data, serta potensi penyalahgunaan teknologi. Namun, dengan regulasi yang tepat, BloombergGPT diprediksi akan menjadi model acuan untuk industri keuangan global.
Kesimpulan
BloombergGPT bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan tonggak penting dalam evolusi dunia keuangan digital. Dengan kekuatan 50 miliar parameter, dataset lebih dari 700 miliar token, dan kemampuan luar biasa dalam memahami bahasa finansial, model ini membawa harapan besar bagi bank, fintech, investor, hingga jurnalis.
Singkatnya, BloombergGPT adalah gambaran masa depan di mana AI dan keuangan bersatu, menciptakan efisiensi, keamanan, dan wawasan baru yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
