Teknologi Kuantum QTIS Siap Ubah Cara Industri Menjadwalkan Tugas
- Rita Puspita Sari
- •
- 27 Nov 2025 09.16 WIB
Ilustrasi Quantum Time Interval Scheduler
Menjadwalkan tugas dengan batas waktu ketat dan sumber daya terbatas merupakan tantangan klasik yang terus berulang di berbagai industri. Di pabrik manufaktur, setiap menit mesin bekerja memiliki nilai biaya. Di rumah sakit, penjadwalan ruang operasi harus benar-benar tepat agar tidak mengganggu aktivitas dokter dan pasien lain. Sementara itu, di layanan cloud computing, ribuan proses komputasi harus berjalan selaras agar tidak saling berebut sumber daya. Tantangan utamanya selalu sama: bagaimana menentukan urutan task paling efisien tanpa adanya tumpang tindih waktu dan tanpa melanggar batasan sumber daya?
Tiga peneliti dari Universidad de Málaga — José A. Tirado-Domínguez, Eladio Gutiérrez, dan Oscar Plata — menawarkan jawaban baru melalui pendekatan optimasi kuantum yang sangat inovatif bernama QTIS (Quantum Time Interval Scheduler). Sistem ini memanfaatkan prinsip komputasi kuantum berbasis QAOA (Quantum Approximate Optimization Algorithm) untuk mendeteksi sekaligus memberikan penalti otomatis pada tugas yang saling tumpang tindih. Dengan cara ini, peraturan penjadwalan dapat ditegakkan dengan jauh lebih presisi dibandingkan teknik konvensional.
Inti kekuatan QTIS terletak pada kemampuannya memisahkan bagian utama masalah penjadwalan dari perhitungan penalti konflik. Dengan strategi optimasi yang tepat, peneliti berhasil menghasilkan solusi lebih baik dibanding metode klasik — sebuah bukti bahwa algoritma hybrid kuantum-klasik berpotensi merevolusi cara industri menangani penjadwalan di masa depan.
Mengapa Komputasi Kuantum Dibutuhkan untuk Optimasi Penjadwalan?
Penjadwalan tugas adalah contoh nyata dari masalah optimasi kombinatorial, yaitu masalah yang jumlah opsinya bertambah secara eksponensial saat ukuran masalah meningkat. Semakin banyak tugas yang harus dijadwalkan dan semakin banyak batasan yang harus dipenuhi, semakin berat pula beban komputasi sistem penjadwalan tradisional.
Tren riset terbaru menunjukkan peningkatan minat besar terhadap algoritma hybrid kuantum-klasik untuk mengatasi tantangan ini. Pendekatan hybrid memanfaatkan kelebihan dua dunia:
| Komputasi Klasik | Komputasi Kuantum |
| Stabil, presisi tinggi, dapat menangani perhitungan numerik besar | Unggul dalam eksplorasi ruang solusi kompleks secara paralel |
| Mudah diimplementasikan | Cocok untuk optimasi kombinatorial yang sangat kompleks |
| Perlu waktu lama untuk brute-force | Mengurangi waktu pencarian skenario terbaik |
Saat ini, perangkat kuantum masih berada pada tahap NISQ (Noisy Intermediate-Scale Quantum) sehingga belum sepenuhnya stabil dan masih memiliki batas kapasitas. Karena itu, pendekatan hybrid menjadi solusi paling realistis.
Peran QAOA dan Inovasi Algoritma Lainnya
Dalam beberapa tahun terakhir, algoritma kuantum menjadi fokus utama untuk menyelesaikan masalah optimasi yang sangat kompleks—masalah yang sering kali membutuhkan waktu dan daya komputasi besar jika dikerjakan dengan komputer klasik. Optimasi ini biasanya muncul pada bidang penjadwalan, logistik, pemetaan rute, hingga riset ilmiah. Dua algoritma yang paling menonjol dalam area ini adalah QAOA dan VQE.
-
QAOA — Algoritma Utama dalam Penyelesaian Optimasi Industri
QAOA (Quantum Approximate Optimization Algorithm) menjadi algoritma inti yang diandalkan oleh QTIS karena sangat cocok untuk menangani persoalan QUBO (Quadratic Unconstrained Binary Optimization). QUBO adalah format matematis yang umum digunakan untuk merumuskan permasalahan seperti:- pembagian sumber daya,
- penjadwalan produksi,
- pengelolaan armada transportasi,
- hingga optimasi struktur jaringan.
Keunggulan QAOA terletak pada kemampuan menghasilkan solusi mendekati optimal dalam waktu jauh lebih cepat dibanding metode tradisional, terutama ketika jumlah variabel dan kombinasi keputusan semakin besar.
-
VQE — Melengkapi Perkembangan Optimasi dengan Simulasi Tingkat Atom
Algoritma lain yang juga berperan penting adalah VQE (Variational Quantum Eigensolver). Walaupun VQE tidak berfokus langsung pada masalah logistik dan penjadwalan, algoritma ini sangat berpengaruh dalam simulasi molekuler dan riset kimia. Melalui VQE, para peneliti dapat memodelkan struktur molekul dan ikatan kimia dengan akurasi tinggi—sesuatu yang sulit dicapai oleh komputer klasik.
Kemajuan yang tercipta dari penelitian berbasis VQE secara tidak langsung ikut mendorong performa algoritma optimasi lain, termasuk QAOA, karena keduanya berbagi fondasi teknis dalam pemrosesan kuantum.
Contoh Aplikasi Nyata Algoritma Kuantum dalam Optimasi
Teknologi dan algoritma kuantum kini tidak lagi hanya sebatas teori. Sejumlah penerapannya sudah terlihat dalam berbagai industri dan bidang riset, misalnya:
- penjadwalan tugas di jaringan 6G untuk memaksimalkan bandwidth dan menurunkan latensi,
- perencanaan misi eksplorasi luar angkasa agar waktu tempuh dan risiko dapat diminimalkan,
- optimasi logistik dan rantai pasok berskala global,
- penyelesaian Traveling Salesman Problem (TSP) sebagai parameter standar kinerja algoritma optimasi,
- pembagian graf (graph partitioning) dan minimum exact cover untuk distribusi dan pengelompokan tugas,
- simulasi struktur molekul untuk pengembangan material, energi, dan obat baru.
Daftar ini terus berkembang seiring meningkatnya kemampuan komputer kuantum dan inovasi algoritma.
Inovasi untuk Memperkuat Kinerja QAOA
Meskipun QAOA unggul dalam penyelesaian masalah QUBO, penelitian masih terus dilakukan untuk meningkatkan stabilitas dan akurasinya. Beberapa modifikasi QAOA yang sedang dikembangkan antara lain:
| Modifikasi QAOA | Tujuan Utama |
| Two-step QAOA | Mengurai batasan masalah secara bertahap agar lebih efisien |
| Depth-progressive initialization | Menginisialisasi algoritma pada titik awal terbaik untuk menghindari solusi buruk |
| Hamiltonian-oriented QAOA | Meningkatkan formulasi masalah sehingga kebutuhan perhitungan berkurang |
| Counterdiabatic algorithm | Mengurangi error dan meningkatkan stabilitas selama proses komputasi |
Inovasi-inovasi tersebut bertujuan agar QAOA dapat menangani masalah optimasi yang semakin besar dan kompleks.
QTIS: Solusi Penjadwalan berbasis Quantum yang Mampu Mencegah Tumpang Tindih
QTIS diperkenalkan sebagai metode baru penjadwalan tugas berbasis model QUBO. Keunggulan besar QTIS ada pada penggunaan rangkaian kuantum berbantuan ancilla — qubit tambahan yang bertugas mendeteksi apabila terjadi tumpang tindih jadwal antara dua tugas.
Jika QTIS menemukan dua tugas yang berjalan pada waktu bersamaan, sistem memberikan penalti otomatis pada konfigurasi jadwal tersebut. Dengan cara ini, optimasi akan menghindari jadwal yang tidak valid.
Untuk mencapai hasil optimal, tim peneliti memecah Hamiltonian masalah menjadi dua bagian, masing-masing dikontrol oleh sudut parameter berbeda:
- Komponen fungsi objektif
Mengoptimalkan hasil jadwal (misal waktu penyelesaian total) - Komponen penalti konflik waktu
Menghukum tumpang tindih tugas agar tidak terjadi tabrakan jadwal
Pengujian menunjukkan bahwa pemilahan parameter ini menghasilkan:- nilai energi lebih rendah
- kualitas solusi lebih baik
- konflik waktu jauh lebih sedikit
Dengan kata lain, QTIS tidak hanya menemukan jadwal yang mungkin, tetapi jadwal yang optimal dengan sangat sedikit benturan.
Keunggulan Tambahan dari QTIS
Dalam penelitian lanjutan, peneliti mengembangkan dua pendekatan pendeteksian konflik:
- deteksi kuantum menggunakan rotasi RY dan gerbang CCNOT
- alternatif klasik berbasis pra-pemrosesan interval
Hal yang mengejutkan, penggunaan tiga set parameter optimasi menghasilkan hasil paling unggul dan konsisten lebih baik dibandingkan hanya dua.
Tak berhenti sampai di sana, strategi minimisasi baru diperkenalkan, yaitu:
HT-QAOA yaitu sebuah metode yang menawarkan performa menengah antara QAOA standar dan T-QAOA tetapi tanpa menambah waktu eksekusi secara signifikan. Ini semakin memperkuat potensi QTIS dalam menghadapi masalah penjadwalan berskala besar.
Selain menjadi solusi untuk penjadwalan berbasis waktu, QTIS dapat diterapkan di area yang membutuhkan sinkronisasi aktivitas, seperti:
- alokasi sumber daya industri
- manajemen produksi
- pemrosesan komputasi paralel
- sistem transportasi dan logistik
Penelitian QTIS menegaskan bahwa komputasi kuantum tidak hanya berperan untuk riset fisika teoretis atau eksperimen kimia tingkat tinggi. Justru, algoritma kuantum mulai menunjukkan nilai nyata dalam pemecahan masalah operasional yang menghantui industri selama puluhan tahun.
Jika perkembangan komputasi kuantum berjalan sesuai arah saat ini, teknologi seperti QTIS berpotensi menjadi sistem inti di berbagai industri, menggantikan algoritma penjadwalan konvensional.
Melihat hasil eksperimen yang konsisten dan peningkatan kualitas solusi yang signifikan, QTIS layak disebut sebagai salah satu terobosan paling menjanjikan dalam optimasi penjadwalan modern. Ketika komputasi kuantum berkembang lebih matang, teknologi ini bahkan berpotensi menjadi standar baru bagi industri yang membutuhkan sinkronisasi tugas dengan presisi tinggi.
