Menuju 2026, Ini Arah Perkembangan Komputasi Kuantum Global
- Rita Puspita Sari
- •
- 19 jam yang lalu
Ilustrasi Prediksi Komputasi Kuantum 2026
Memasuki tahun 2026, pembahasan mengenai komputasi kuantum berada pada fase yang semakin matang. Jika pada beberapa tahun sebelumnya teknologi ini kerap dipromosikan sebagai solusi revolusioner yang akan segera mengguncang dunia komputasi, kini ekspektasi tersebut mulai disesuaikan dengan kenyataan di lapangan. Antusiasme masih kuat, namun disertai pemahaman yang lebih rasional terhadap tantangan teknis yang belum terpecahkan.
Gambaran ini tercermin dari analisis lebih dari 100 pasar prediksi di Manifold Markets. Platform tersebut menghimpun pandangan kolektif dari peneliti, teknolog, serta pengamat industri yang aktif mengikuti perkembangan komputasi kuantum. Hasilnya menunjukkan satu kesimpulan utama: kemajuan tetap berlangsung, tetapi bersifat bertahap dan teknis, bukan lonjakan besar yang langsung mengubah peta teknologi global.
Komputasi kuantum dipandang sebagai bidang yang terus berkembang dan semakin solid secara ilmiah, namun masih belum cukup matang untuk menggantikan peran komputasi klasik, apalagi merombak fondasi kriptografi modern. Pandangan ini diperkirakan akan memengaruhi cara topik komputasi kuantum dibahas di dunia industri, akademik, hingga perumusan kebijakan sepanjang 2026.
Keunggulan Kuantum Masih Menjadi Target Jangka Panjang
Salah satu isu sentral dalam diskusi komputasi kuantum adalah quantum advantage. Konsep ini merujuk pada kondisi ketika komputer kuantum mampu menyelesaikan perhitungan yang secara praktis tidak dapat dilakukan oleh superkomputer klasik terbaik.
Namun, pasar prediksi di Manifold Markets menunjukkan skeptisisme yang sangat tinggi terhadap pencapaian keunggulan kuantum pada 2026. Sebagian besar peserta percaya bahwa dalam waktu dekat belum akan ada sistem kuantum yang benar-benar mampu menghasilkan komputasi yang mustahil ditandingi oleh mesin klasik.
Sikap hati-hati ini lahir dari pengalaman masa lalu. Beberapa klaim keunggulan kuantum sebelumnya sempat mengundang perhatian besar, tetapi kemudian dikaji ulang seiring berkembangnya algoritma klasik yang ternyata mampu menutup celah tersebut. Akibatnya, komunitas ilmiah kini lebih menuntut bukti kuat dan terukur sebelum menyebut sebuah pencapaian sebagai keunggulan kuantum sejati.
Pandangan skeptis serupa juga muncul pada bidang aplikasi populer, seperti simulasi sistem biologis dan kimia kompleks. Pasar prediksi menunjukkan bahwa hingga 2026, komputer kuantum belum akan mengungguli komputasi klasik dalam riset farmasi maupun material. Untuk sementara, High-Performance Computing (HPC) dan kecerdasan buatan masih menjadi tulang punggung utama riset-riset tersebut.
Ancaman terhadap Kriptografi Masih Jauh, Tapi Sudah Mulai Dipersiapkan
Komputasi kuantum kerap dikaitkan dengan ancaman besar terhadap keamanan siber, khususnya kemampuan untuk memecahkan algoritma enkripsi seperti RSA. Meski demikian, pasar prediksi menunjukkan bahwa kemungkinan komputer kuantum mampu membobol enkripsi RSA 2048-bit sebelum 2030 dinilai rendah.
Menariknya, rendahnya ancaman jangka pendek ini tidak membuat persiapan melambat. Justru sebaliknya, berbagai negara diperkirakan akan semakin serius mengadopsi standar kriptografi pascakuantum sebelum dekade ini berakhir. Memasuki 2026, migrasi sistem keamanan digital diprediksi akan semakin intensif.
Hal ini didorong oleh kesadaran bahwa pembaruan infrastruktur digital global membutuhkan waktu panjang. Sistem keamanan tidak bisa diganti secara instan, sehingga persiapan harus dimulai jauh sebelum ancaman benar-benar hadir. Situasi ini menciptakan kondisi unik: kepanikan menurun, tetapi kesiapan meningkat.
Perangkat Keras Tetap Menjadi Medan Persaingan Utama
Di tengah minimnya terobosan algoritma besar, kemajuan perangkat keras masih menjadi fokus utama perkembangan komputasi kuantum pada 2026. Pasar prediksi yang membahas pencapaian jumlah qubit—misalnya siapa yang akan lebih dulu membangun mesin dengan puluhan ribu qubit—menarik banyak perhatian, meskipun belum menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Tidak ada satu perusahaan yang benar-benar dominan. Namun, IBM sering muncul sebagai tolok ukur berkat strategi peningkatan skala yang konsisten dan kemampuan manufaktur yang kuat. Pendekatan lain, seperti teknologi fotonik dan atom netral yang dikembangkan oleh PsiQuantum dan Atom Computing, dinilai memiliki potensi besar, meski jadwal realisasinya masih penuh ketidakpastian.
Sementara itu, platform ion terperangkap lebih diapresiasi karena kualitas qubit dan kemajuan koreksi kesalahan, bukan semata-mata jumlah qubit. Hal ini mencerminkan perubahan cara pandang industri dalam menilai kemajuan teknologi kuantum.
Kini, jumlah qubit bukan lagi satu-satunya indikator keberhasilan. Stabilitas qubit, tingkat kesalahan, konektivitas, dan integrasi sistem menjadi faktor yang sama pentingnya. Pada 2026, setiap pengumuman perangkat keras diperkirakan akan ditelaah lebih kritis, terutama terkait kemampuannya mendukung qubit logis dan arsitektur koreksi kesalahan yang dapat diskalakan.
Quantum Error Correction Jadi Fokus Strategis
Melihat ke depan, salah satu sinyal terkuat dari Manifold Markets adalah meningkatnya keyakinan bahwa komputer kuantum tahan kesalahan yang benar-benar bermanfaat akan hadir dalam satu dekade mendatang. Meski hampir tidak ada yang memperkirakan hal ini terjadi pada 2026, tahun tersebut dianggap sebagai titik penting dalam penyusunan strategi jangka panjang.
Pada fase ini, para pengembang teknologi diharapkan mulai beralih dari peta jalan yang terlalu ambisius ke desain arsitektur yang lebih konkret dan terukur. Ketahanan kesalahan tidak lagi dianggap sebagai konsep spekulatif, melainkan tantangan rekayasa besar yang membutuhkan konsistensi, investasi, dan waktu.
Tidak Ada Produk Konsumen Kuantum dalam Waktu Dekat
Terlepas dari sorotan besar media, pasar prediksi hampir sepakat bahwa 2026 belum akan menghadirkan produk komputasi kuantum untuk konsumen umum. Teknologi ini masih akan terbatas pada lingkungan riset dan industri, serta diakses melalui layanan cloud computing.
Absennya “momen konsumen” ini justru dapat menjadi hal positif. Dengan ekspektasi yang lebih realistis, perkembangan komputasi kuantum diharapkan dapat berjalan lebih sehat, terfokus pada fondasi teknis yang kuat, dan tidak terjebak dalam janji berlebihan yang sulit dipenuhi.
